Senin, 14 Mei 2012

14 Mei 2012

pagi-pagi sekali aku sms kamu. tapi kamu tidak juga membalasnya sampai aku berangkat kuliah. ketika menjelang dzuhur, kamu baru sms aku. kamu bilang '...maaf, Teh.. Ibank berantakan hari ini.' aku bertanya 'berantakan gimana?'. kamu jawab kalau hari ini kamu mengerjakan tugas kuliah dadakan. kamu tidak tahu sebelumnya jika hari ini ternyata ada tugas. teman-temanmu tidak memberi tahu karena kamu sendiri lupa bertanya pada mereka. kamu terlalu loyal pada pekerjaanmu. padahal tujuan utamamu bekerja adalah supaya bisa kuliah. lantas jika seperti ini adanya, apa prioritasmu pada saat ini, Dung?
kamu bela-belain kerja dari pagi sampai malam hanya karena waiter lainnya sakit dan tidak bisa masuk, walaupun tanpa ada perintah dari bos. pertanyaanku, 'benarkah mereka (waier lainnya) sakit?'. kamu terlalu sadar diri dan terlalu baik. dan aku sudah terlalu sering mengatakan hal itu. bisa jadi kebaikanmu dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab bukan? apakah kamu tidak pernah berpikir sejauh itu? hmm mungkin tidak ya. karena kamu terlalu baik sedangkan aku terlalu kejam.
ketika beberapa hari yang lalu kamu memutuskan untuk rela bekerja terus tanpa libur selama 2 minggu berturut-turut, ketika kemarin kamu memutuskan untuk bekerja dari shift pagi sampai shift malam, aku hanya berkata, 'kamu berhak menolak!'. kenapa kamu berhak menolak? karena itu bukan kewajibanmu, dan itu di luar tanggung jawabmu. lalu kamu bilang 'Ibank gak tega nolak perintah, permintaan tolong, dan gak tega nolak Syifa..' lantas aku timpali 'bukannya kamu sering menolakku berkali-kali? lalu aku marah dan kesal. namun kemudian aku akan baik lagi padamu kan? dan kamu juga masih bisa hidup kan walaupun aku sedang marah.' kenapa kamu tidak bisa bersikap seperti itu juga pada orang lain? pada tempat kerjamu terutama. ah, kamu memang terlalu baik dan terlalu mendiskriminasiku.
Dung, kamu masih mempunyai dunia lain selain dunia kerja bukan? dunia kuliah, dunia santai, dunia kita.. mau bagaimana jadinya dunia-duniamu yang lain jika kamu terlalu "kelewat" loyal pada pekerjaanmu?? bukan aku menyalahkanmu, Dungdung... tapi satu yang harus kamu ingat, masih ada hal lain yang membutuhkan perhatianmu selain pekerjaan. ingat manajemen waktu! jangan terlalu baik dan nrimo lah. walau memang begitu lah sifatmu.
sifat kita sangat berlawanan ya.. waktu aku bilang jangan terlalu baik, kamu bilang kamu tidak bisa. lantas aku menambahkan, 'jangan terlalu baik pada orang lain sampai-sampai kamu mengorbankan dirimu sendiri'. karena sukses pun menurutku tidak akan bisa diraih dengan sifat seperti itu. kamu harus tegas, Dung! sedikit egois tidak ada salahnya kok. bahkan orang-orang sukses pun pasti sering berlaku egois demi meraih kesuksesannya. biarkan tanganmu yang menggenggam sang waktu dan masa depan, bukan justru sebaliknya waktu dan masa depan lah yang menggenggammu. 
aku peduli padamu, Dung. makanya aku selalu mengeluh ketika kamu kerja tidak sesuai dengan waktumu, ketika kamu mengerjakan apa yang sepertinya di luar tugasmu. itu aneh, Dung.. aku tidak mau orang-orang menganggap kebaikanmu sebagai celah agar bisa terus dimanfaatkan. aku tidak rela!
mungkin ini lah alasan kenapa Allah mempersatukan kita. kamu terlalu baik, aku terlalu kejam. kita seperti puncak dan lembah gunung. si puncak terlalu angkuh dan sulit untuk digapai, sedangkan si lembah terlalu baik dan welcome pada siapa pun yang mengunjunginya. jika ini memang bisa mempersatukan kita, aku berharap agar kita bisa saling melengkapi.

by. si Famysa, ngantuk -.-

2 komentar:

  1. Sejauh apapun perbedaan diantara kalian, tetap cinta lah yang mempersatukannya ...


    Semangat !!!!

    BalasHapus
  2. asiik deh statementnya. hehehe
    maksih yaa :)

    BalasHapus