Jumat, 11 Mei 2012

11 Mei 2012

aku pencemburu. kamu tahu itu. 
hari ini aku teringat kisah Layla Majnun yang pernah kubaca dari novel yang kau beri sebagai kado ulang tahunku. Majnun berjalan sambil melamun dan mendendangkan syair tentang Layla. Majnun berjalan tanpa tahu arah. Majnun lupa orang tua dan orang-orang yang menyayanginya. Majnun terus berjalan meski terseok, meski baju yang ia kenakan sudah compang-camping. Majnun tidak peduli akan pandangan orang-orang terhadapnya. dia hanya memikirkan Layla, sang kekasih hatinya. 
sejak awal membaca, kupikir si pengarang berlebihan dalam menggambarkan keadaan Majnun hingga separah itu hanya karena cintanya pada Layla. namun pikirku dulu salah. karena aku sedang lupa bagaimana rasanya sakit hati dan menderita karena cinta. cinta padamu tentu saja, Dung. aku tidak nafsu makan, aku malas bepergian. yang kulakukan hanya mematut diri di depan laptop sambil bercerita dengan hatiku sendiri. aku sedang kecewa. 
statusku hari ini seperti ini: "sudah berkali-kali kubilang, aku tak suka :'( pergi saja sekalian dari hidupku jika terus begitu dan begitu lagi!". tentu saja itu ditujukan untukmu, Dung. aku tersiksa oleh perasaanku sendiri. padahal mungkin kamu tidak akan pernah merasakan hal serupa denganku. aku sedih karena perasaanku yang terkadang, atau bahkan sering kamu artikan sebagai hal sepele. itu tidak sepele, Dung! aku memang seperti ini. aku pencemburu. makanya aku sering bilang padamu, tinggalkan aku kalau kamu tidak bisa mengerti aku yang pencemburu. tapi kamu tidak juga pergi :'(
mungkin kamu anggap aku lebay. iya kan? tapi memang begini lah aku. aku tidak pernah mau mengalah, aku terlalu egois dan pencemburu. aku tidak mau membebanimu dengan perasaanku, karena aku menyayangimu. aku ingin kamu bahagia denganku. tapi jika pada kenyataannya kita terus saling menyakiti, apa lagi yang pantas untuk dilanjutkan?
kini aku seperti Majnun, Dungdung. aku diam, tidak ada senyum sekali hari ini, apalagi tawa. aku tidak bergairah. aku tersiksa lagi oleh diriku sendiri.
kamu baru sms satu kali. aku sengaja tidak membalasnya. aku ingin belajar hidup tanpamu. aku ingin menguji diriku sendiri, apakah aku kuat tanpa ada kamu dalam hari-hariku. aku sombong ya, Dung. tapi ini kulakukan karena aku tidak mau kita lebih banyak tersiksa. biarkanlah kamu bebas tanpa aku, agar kamu bisa melakukan apa pun sesuka hatimu.
maafkan aku. aku tidak sanggup lagi.

by. si Famysa, :'(

5 komentar:

  1. Ahhhh jangan sedih,, harus selalu bahagia,, keep happy dear :) :)
    Visit me back yah (з´⌣`ε)

    BalasHapus
  2. hm,,,
    ayo dear...enggak boleh cemburuan,
    enggak baik, harus percaya,,,
    kurangi ya cemburunya :)

    BalasHapus
  3. waaahhh syifa, dont be sad, keep smiling darl.. :)
    terkadang laki2 itu cuek, gak mengerti perasaan perempuan, kita cemburu dianggap lebay atau bahkan itu dianggap hal sepele itu semua karena dia tidak tau seberapa besar cinta kita padanya, lebay memang tapi inilah kenyataannya, inilah perempuan, hatinya terlalu sensitif.. :)
    bukan lautan namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika hatinya tidak merindu dan cemburu.. :)

    BalasHapus
  4. @Ian: gag sedih kok. nih senyuuum :)
    oke kapan2 i visit you. hehe

    @Eic: eciee eiic :D
    iya ya eic.. hmm.. sabar aja deh.

    BalasHapus