Jumat, 31 Mei 2013

31 Mei 2013

ketika cahaya mulai menyusup, dan sedikit demi sedikit, perlahan-lahan ia terang-benderang. aku justru merasa pusing dan kegelapan. namun ketika cahaya itu pergi meninggalkanku, sekuat tenaga aku berlari mengejarnya, mencari-cari jalan mana pun agar bisa kutemukan lagi cahaya itu. 
mau menjemput cahaya atau mau tinggal dalam kegelapan?
mau melupakan cahaya dan mencari pencahayaan lain suatu waktu atau tetap berlama-lama dengan cahaya yang menyilaukan ini?
aku membutuhkan yang lain... selain cahaya itu...
entah dari mana keraguan ini datang untuk menyambut cahaya itu... 
cahaya... ia sedang redup di sini.

16 komentar:

  1. masih bertanya2 maksud dari tulisannya.....

    BalasHapus
  2. Cahaya yang secukupnya bisa sebagai penerangan, cahaya yang berlebihan akan terasa panas dan menyilaukan :)

    BalasHapus
  3. maka tenang lah, dan biarkan hatimu melentera, memutuskan cahaya mana yang ia inginkan

    BalasHapus
  4. apa yang membuatmu ragu menjemput cahaya?
    sudah, nggak usah ragu *saran asal*
    ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener yaa... tinggal jemput aja padahal *respon asal juga* :P

      Hapus
  5. berarti kamu butuh cahaya yang sedang2 aja, hehehe :)

    BalasHapus